WhatsApp

082115213473

: admin@bion.co.id 082115213473 Jl. Cikondang - Cineam Tasikmalaya
HOSTINGS
SHARE :

Cara , Analisa, dan Keuntungan Budidaya Kroto

31
12/2020
Kategori : Agribisnis
Komentar : 0 komentar
Author : bionmedia


Cara , Analisa, dan Keuntungan Budidaya Kroto

Cara , Analisa, dan Keuntungan Budidaya Kroto

Kali ini admin akan berbagi tentang Cara , Analisa, dan Keuntungan Budidaya Kroto yang saat ini merupakan bisnis yang cukup menjanjikan.

Usaha budidaya kroto saat ini bisa mulai kita jalankan dan merupakan salah satu jenis usaha yang menguntungkan. Kroto tentunya juga tidak asing lagi, terutama jika anda merupakan penggemar dari burung kicau sebab kroto termasuk dalam jenis pakan burung kicau.

Bersamaan dengan tren kepemilikan burung kicau yang semakin meningkat, maka permintaan terhadap kroto pun juga meningkat.Pemelihara burung kicau yang ada di Indonesia dan permintaan kroto juga sudah semakin tinggi.

Oleh karena itu ternak kroto menjadi salah satu kesempatan yang menjanjikan dan keuntungannya sangat menggiurkan. Namun tentu ketika mendirikan usaha ini dibutuhkan keuletan dan ketelitian sebab budidaya telur semut rangrang ini memang tidak mudah.

Kroto merupakan telur semut rangrang dan semut rangrang sendiri termasuk dalam golongan binatang kecil. Hidupnya berkoloni dan setiap koloninya terdiri dari ratu semut, semut jantan, semut pekerja dan semut prajurit. Dengan adanya banyak anggota koloni, para pebisnis yang ingin budidaya kroto juga sebaiknya memperhatikan anggota dari koloni semut rangrang tersebut.

Semut rangrang sendiri berkembang biak dengan cara bertelur, jadi jika semut betina bertelur maka semua koloni akan menjaga semua telur tersebut yang saat ini digunakan sebagai peluang usaha. Jaring putih pada telur akan dimanfaatkan untuk membangun sarang supaya sarang dapat digunakan untuk menumbuhkan telur menjadi larva, pupa sampai imago.

Semut juga akan cenderung menghindari banyak gangguan selama menumbuhkan telur dan saat mereka membuat sarang. Oleh karena itu kita sering melihat banyak sarang semut yang ditemukan pada bagian tajuk pohon paling tinggi.

Peluang Usaha Budidaya Kroto, Beserta Analisa Modal dan Keuntungannya

1. Usaha Budidaya Kroto

Ternak kroto memang belum terlalu terkenal dalam kalangan masyarakat, padahal prospek bisnis untuk budidaya kroto sendiri sangat cerah. Apalagi saat ini permintaan kroto sudah semakin tinggi.

Mayoritas kroto yang dijual di pasaran merupakan tangkapan alam, jumlahnya tidak menentu dan tidak dapat selalu memenuhi permintaan pelanggan. Kroto ini biasanya digunakan untuk pakan burung, memiliki kandungan gizi yang banyak dan sering dibutuhkan pada burung dengan kualitas terbaik.

Peluang bisnisini biasanya didasari adanya hobi dan uang menjadi tidak masalah. Di pasaran harga kroto mencapai Rp. 250.000/kg, tapi karena pemasok kebanyakan berasal dari alam membuat pakan burung ini menjadi terbatas dan langka. Apalagi ditambah dengan sistem pengambilan sarang yang tidak baik untuk kelangsungan kroto berikutnya. Jadi tidak heran jika kroto sudah semakin langka.

Oleh karena itu, dengan kondisi tersebut ternak kroto menjadi kesempatanbisnis yang sangat menguntungkan, dengan modal yang sedikit, ketelatenan dan akan menghasilkan keuntungan.

Untuk budidaya kroto ini kita juga perlu memperhatikan jenis atau anggota semut rangrang yang digunakan untuk ternak kroto. Mulai dari:

  • Ratu semut
    Semut jantan
    Semut pekerja
    Semut prajurit

Ratu semut termasuk pemimpin koloni semut rangrang, bertugas sebagai petelur dan penghasil kroto. Bentuknya hampir mirip dengan lebah atau lalat hijau yang memiliki ukuran cukup besar.

Semut jantan, memiliki fisik dengan warna kehitaman dan badannya lebih kecil dibandingkan dengan ratu semut. Memiliki siklus hidup yang singkat atau hanya 1 minggu, bertugas untuk membuahi ratu semut supaya menghasilkan kroto.

Sedangkan semu pekerja termasuk semut betina yang mandul, bertugas untuk menjaga telur-telur dari semut sampai telur tersebut menetas. Untuk semut prajurit bertugas untuk mencari makanan untuk semua anggota koloni dan melindungi keamanan rumah koloninya dari ancaman bahaya.

Untuk membuka bisnis ini kita perlu mengetahui juga cara ternak kroto sendiri. Seperti membuat media sarang, memasukan semut rangrang, menyiapkan plastik dan meletakkan toples di atas batu bata.

Media sarang yang dibuat supaya semut tersebut menghasilkan kroto lebih banyak. Dengan melubangi pada bagian bawah toples, dengan diameter 5cm dan tutup lubang dengan lakban.

Setelah selesai memasukkan semut rangrang, pastikan juga kita sudah menutup rapat toples yang digunakan dan lengkap semua koloni semut rangrang. Hal ini dilakukan supaya semut dapat bekerja lebih maksimal karena sudah memiliki tugas masing-masing terutama saat menjalankan usaha budidaya kroto.

Untuk nampan plastik ini digunakan untuk diisi air setengah dari nampan. Masukkan batu bata dengan permukaan datar dan letakkan pada bagian tengah nampan. Cara ini digunakan supaya semut tidak bisa melarikan diri saat ada batu bata di atasnya.

Selain itu untuk memberikan pakan kroto sangat penting, berupa serangga seperti kecoa, ulat dan sisa makanan manusia. Berikan juga pakan tambahan, seperti air gula dicampur dengan sedikit madu supaya kita juga cepat panen. Cara memberikan pakan ini dengan meletakkan campuran pakan tersebut pada gelas bekas air mineral, letakkan gelas berada di samping toples, letakkan dengan tepat supaya semut dapat menjangkaunya.

Saat kita memberikan pakan dengan tepat, maka semut dari juga tidak akan berusaha keluar dari sarang untuk mencari pakan sendiri. Masa panen akan menjadi lebih cepat, mulai dari 2 sampai 3 bulan. Pada 1 toples kecil mampu menghasilkan kroto sebanyak 1 ons, jadi bayangkan saja uang yang aka kita dapatkan dengan membudidayakan semut tersebut.

Selain itu salah satu hal yang perlu diperhatikan saat melakukan ternak kroto dengan menjaga suplemen atau pakan semut. Karena pakan termasuk hal yang paling utama dan wajib dipenuhi setiap peternak. Dengan begitu dapat meningkatkan kualitas ternak atau peluang keberhasilan bisnis budidaya kroto, serta pakan tersebut sudah dipercaya menjadi suplemen yang baik.

Untuk pakan kroto sendiri seperti:
Ulat hongkong
Ulat pisang
Cacing tanah
Belalang
Jangkrik

Pada ulat hongkong memiliki protein tinggi, dipercaya dapat menaikan kualitas kroto dan memiliki cukup banyak kandungan. Seperti protein kasar, nutrisi, kadar abu, lemak kasa, air dan kandungan ekstrak non nitrogen.

Sedangkan ulat pisang memiliki gizi dan kandungan luar biasa lainnya dan sering dibutuhkan oleh semut rangrang untuk menghasilkan kroto dengan kualitas bagus. Kandungan tersebut mulai dari protein pembangun, enzim dan protein hormon.

Untuk cacing tanah juga dapat digunakan sebagai makanan selingan dari kroto. Memiliki kandungan yang sangat bagus seperti karbohidrat, protein, asam amino, lemak, air dan dapat meningkatkan nafsu makan semut rangrang.

Pada belalang yang cukup banyak disukai manusia, semut rangrang juga sangat suka dengan makanan yang satu ini. Memiliki kandungan yang dapat meningkatkan kualitas kroto, seperti protein, gizi, nitrogen dan merupakan sumber energi. Selain itu pada jangkrik yang merupakan pakan pendamping memiliki kandungan yang dapat digunakan sebagai suplemen.

Kandungan tersebut mulai dari protein, omega 3, kalori, antioksidan dan gizi hormon yang baik untuk semut rangrang dalam menghasilkan kroto. Untuk pemberian pakan kroto, kita bisa menggunakan media datar dengan piring plastik, letakkan makanan pada piring tersebut beserta protein di atas akan tersebut. Sebaiknya lumatkan pakan terlebih dahulu supaya gampang untuk dimakan dan pakan seperti jangkrik tidak mudah kabur.

2. Analisa Modal dan Keuntungan Budidaya Kroto

Budidaya kroto saat ini memang sudah banyak dibicarakan orang-orang, apalagi mereka yang memiliki hobi memelihara burung kicau. Semakin banyaknya pemelihara burung tersebut, maka secara otomatis permintaan akan semakin tinggi dan budaya kroto menjadi salah satu alternatif sebagai peluang usaha yang sangat menguntungkan.

Sedangkan untuk analisa dari budidaya kroto sendiri dapat diasumsikan dengan jumlah induk yang akan kita pelihara. Misalnya dengan 200 sarang / koloni, periode usaha 2 bulan dan akan menghasilkan 4 kali lipat menjadi 800 sarang. Untuk 2000 sarang tersebut dibutuhkan ruangan dengan luas 4 m². Investasi misalnya:
Pembuatan 2 kandang ternak Rp. 250.000 = Rp. 500.000
Toples 200 buah dengan harga Rp. 3.000 = Rp. 600.000
Perlengkapan kandang 40 buah dengan harga Rp. 2.000 = Rp. 80.000

Jadi total biaya yang kita keluarkan saat masa produksi setiap bulannya mencapai Rp. 400.000. Sedangkan pendapatan setiap menghasilkan 1 ons kroto dalam 1 bulan, harga perkilo Rp. 200.000 maka totalnya 1 ons x 800 sarang hasilnya 80 kg.

Untuk pendapatan usahanya sendiri, 80 kg x Rp. 200.000 maka akan menghasilkan Rp. 16.000.000. Dari total pendapatan ini, hasil selama 2 bulan dapat kita hitung dalam 1 bulan untuk mendapatkan omzet sampai Rp. 8.000.000.

Jadi keuntungan setiap bulannya dihitung :
Pendapatan dari usaha budidaya kroto setiap bulan – biaya produksi = Rp. 8.000.000 – Rp. 200.000 = Rp. 7.800.000. Sangat menguntungkan bukan ?

Sedangkan untuk strategi pemasaran budidaya kroto kita dapat menggunakan beberapa cara. Pertama dengan menjual langsung pada konsumen yang akan memberikan keuntungan besar. Kedua menjualnya di toko sendiri, hal ini akan membuat harga kroto menjadi lebih mahal tapi kita tetap akan mendapatkan keuntungan besar.

Ketiga menjualnya melalui tangan ketiga, baik pengepul sampai dengan pemilik kios. Dengan cara ketiga ini kita sudah tidak akan dipusingkan lagi untuk mendapatkan konsumen dan hanya menjualnya ke pengepul saja yang sudah memiliki pasar sendiri. Tapi cara ketiga untuk ini juga memiliki kekurangan, karena kroto yang kita jual pada pengepul biasanya akan dihargai dengan harga yang lebih murah. Karena pengepul juga ingin mendapatkan keuntungan.

3. Faktor yang Mempegaruhi Budidaya Kroto

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi bisnis yang menguntungkan ini. Faktor pertama karena kroto termasuk makanan burung kicau yang memiliki gizi tinggi, digunakan sebagai perangsang, untuk vitamin supaya burung berkicau lebih lancar, memiliki suara nyaring dan berdurasi panjang.

Tidak hanya banyak dicari oleh pemelihara burung saja, para pemancing juga banyak yang mencarinya. Biasanya digunakan untuk umpan yang sangat ampuh, terutama saat menarik ikan.

Faktor keduakarena kroto yang ada di alam sudah semakin sedikit, adanya pengambilan kroto secara terus menerus dan maraknya alih fungsi lahan. Lahan ini menjadi perumahan atau bangunan lainnya dan membuat sarang semut penghasil telur atau kroto ini otomatis berkurang.

Faktor ketiga karena masih sedikit masyarakat yang melakukan budidaya kroto. Pasokan kroto di pasaran juga masih sangat kurang. Sedangkan hobi burung kicau sendiri sudah semakin meningkat dan otomatis kebutuhan kroto di pasar juga akan ikut meningkat. Jika langkanya barang dan permintaan barang juga bertambah tinggi, maka harga kroto akan semakin meningkat.

Sedangkan faktor keempat, konsumen utama dari budidaya kroto merupakan para pehobi burung. Jika kita sudah membicarakan hobi, maka harga sudah bukan persoalan lagi bagi pehobi burung kicauan dan pemancing.

Bisnis kroto diprediksi akan berlangsung cukup lama, seiring dengan meningkatnya komunitas pecinta burung dan semakin banyak kontes kicau burung serta pemancing yang ada.

Dalam melakukan budidaya kroto kita juga perlu memperhatikan beberapa hal seperti lokasi ternak yang akan dipilih. Kita harus pintar dalam memilih tempat dan untuk tempat atau lokasi ini kita harus memenuhi beberapa syarat. Seperti memilih lokasi dengan jarak 50-100 meter dari pusat keramaian dan jangan memilih tempat di dataran tinggi.

Perhatikan juga suhu penting di dalam ternak dengan suhu 26 derajat celcius sebagai, ketinggian antara 1.500 mdpl sampai 1.800 mdpl. Sedangkan untuk suhu idealnya dari 26 sampai 30 derajat celcius. Kelembapan tempat harus normal, antara 60% sampai 70%.

Lakukan juga perawatan secara benar dan teratur saat membudidayakan kroto. Perawatan juga termasuk hal yang sangat penting karena perawatan kandang dan tempat mampu mendorong kualitas kroto itu sendiri.

Cara perawatannya juga cukup mudah dan tidak ribet. Dengan membersihkan lokasi ternak secara teratur, mengganti air pada kaki rak dan membersihkan rak dari sisa pakan semut atau bangkai.

Pastikan juga tempat kroto tidak mengalami kebocoran dan pastikan keamanan masih tetap berjalan selama budidaya kroto dijalankan.

Untuk pembuatan media dengan paralon gunakan paralon dengan bentuk tabung, jadi kita hanya perlu memotongnya dengan beberapa ukuran dan langsung diterapkan pada sebuah rak. Bentuk paralon ini juga akan sangat menguntungkan jika diletakkan pada rak Paralon ini dapat digunakan dengan waktu yang cukup lama, antara 5 tahun sampai 10 tahun.

Biarkan paralon dengan kedua sisi yang terbuka, karena dapat merangsang pertumbuhan semut menjadi lebih cepat. Saat panen juga lebih mudah, mampu mengurangi angka kematian dari semut dan cukup mudah saat membersihkannya

Sedangkan untuk pemeliharaan media sarang yang digunakan pada peluang Usaha budidaya kroto kita harus memilih media yang nyaman dan aman. Kita perlu mengetahui beberapa media sarang yang baik untuk sarang kroto dan memenuhi beberapa syarat. Mulai dari memastikan sarang selalu bersih, usahakan media baru, dan cuci sarang sebelum diletakkan kembali pada rak ternak.

Tapi jika kita menggunakan media bekas saat ada peluang usaha budidaya kroto, jangan pilih media bekas minyak atau yang mengandung bau menyengat dan usahakan media tersebut tidak kotor.

Selain itu jangan lupa untuk memberikan pakan kroto yang berkualitas. Sebab kroto yang berbau dan memiliki warna yang buram menandakan bahwa kualitas kroto tersebut buruk. Bagi para pecinta burung yang mengerti benar mengenai pakan kroto, mereka pasti tidak akan memilih jenis kroto yang semacam ini. Maka hal ini bisa mendatangkan kerugian bagi pengusaha kroto.

Selain itu, jika Anda memang menginginkan untuk membuka budidaya kroto, jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas yang bergerak di bidang serupa. Anda dapat mengakses keberadaan komunitas semacam ini melalui internet maupun rekomendasi dari rekan yang terpercaya.

Belajar budidaya kroto memang bisa secara otodidak, yaitu dengan membaca banyak referensi baik dari buku maupun internet, tetapi pasti akan memakan banyak waktu dan juga biaya untuk ekperimen. Berbeda jika bergabung dengan komunitas, sebab Anda akan mendapatkan pengalaman nyata dan bisa bertukar pikiran bersama dengan mereka yang sudah lebih dulu terjun dalam bidang ini.

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar